Sapuko

 about-img
Sapuko Nama yang terasa agak asing ini ternyata berasal dari nama tanaman yang dulunya banyak tumbuh di Toraja, dengan ciri khas berdaun mungill namun tebal serta memiliki tangkai kecil nan kokoh sehingga dapat difungsikan sebagai pengganti sapu untuk membersihkan pekarangan.
Berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota Rantepao, Ibu Kota Kabupaten Toraja Utara, Sapuko terbilang unik, dengan area yang didominasi pohon pinus menjulang tinggi seakan membawa suasana berada ditengah pegunungan dimana lazimnya pohon pinus bertumbuh.

Pak Nico sebagai salah satu Pemilik sekaligus Pengelola lahan keluarga yang dijadikan tempat wisata d tengah kota ini menjelaskan bahwa sejak dibuka untuk umum  pada tahun 2021,  objek wisata Sapuko memiliki fasilitas kurang lebih 6 buah Gazebo dan penyewaan Tenda, dilengkapi 4 buah Toilet bersih serta dapur layaknya di rumah sendiri.

Menurut Bapak Nico,  akan dibangun Aula di lokasi ini, tentunya tanpa harus menebang pohon pinus yang telah ada, sehingga bagi para pengunjung yang ingin berkunjung dan ingin menikmati kesejukan alam di tengah kota sambil bekerja (mengadakan pertemuan/meeting)  tanpa harus membuang waktu ke tempat yang lebih jauh, Sapuko adalah pilihan yang sangat tepat.

Satu hal yang menjadi keunggulan berada di Sapuko adalah kita dapat mengetahui serta melihat secara langsung beberapa jenis tanaman endemik Toraja seperti Karondang, sadipe, kalaa, katambi, kadundung, paken, dengen, kalasue (teh asli toraja)  dirak (daun yang rasanya asam dan sangat lezat dimasak dengan ikan dan cabe).

Keberadaan beberapa jenis tanaman tersebut di atas merupakan salah satu usaha pengelola Sapuko untuk melestarikan tumbuhan yang kini tak mudah dijumpai dan terbilang langka tersebut.