Kawasan wisata Negeri Di Atas Awan terdiri dari objek wisata To' Tombi, Lempe, Tirotiku dan Bukit Nato. Berjarak 15km dari kota Rantepao, sekitar 45 menit perjalanan dengan motor atau mobil. Objek-objek wisata tersebut di atas menawarkan pemandangan alam berupa hutan pinus dan terutama sensasi berada di atas awan. Pada pagi hari gumpalan awan berkumpul di lembah dan membentuk daratan awan menjadikan seperti sebuah negeri yang berada di atas awan. Setelah awan menghilang, kemudian kita akan disuguhkan dengan panorama alam gunung, lembah, persawahan dan perumahan-perumahan tradisional (Tongkonan). Photo by Rapa' Toding.
Dalam bahasa Toraja, tombi adalah kain khas semacam panji-panji atau bendera yang diikat pada sebatang bambu dan ditancapkan di depan lumbung sebagai penanda adanya acara kematian yang besar di daerah tersebut. Sementara to’ berarti tempat. Jadi, secara etimologis, To’ Tombi adalah tempat mencapkan tombi. Inilah dasar penamaan To’Tombi, sebuah daerah wisata berupa kawasan villa yang berlokasi di lembang Benteng Mamullu, kecamatan Kapala Pitu. Daerah ini merupakan tempat yang tepat sesuai namanya karena merupakan pintu gerbang ke arah Lolai sehingga masyarakat yang melintas akan tahu bahwa akan diadakan upacara kematian yang besar di sekitar daerah tersebut, cukup dengan melihat tombi yang telah ditancapkan ke dalam tanah. Pada awalnya warna kain yang digunakan sebagi tombi berwarna hitam, namun sekarang sudah tidak diketahui pasti aturan warna apa yang seharusnya digunakan. Apalagi seiring perkembangan teknologi, cara menyebarkan informasi lewat tombi sudah tergeser dengan informasi lewat telepon genggam dan media sosial yang lebh cepat dan efektif. Pada tahun 2016, keluarga pemilik lokasi mulai membenahi tempat tersebut sebagai villa keluarga. Namun sekitar tahun 2000, kasawan ini mulai viral di sosial media dan banyak didatangi pengunjung untuk menikmati keindahan panorama alam berupa hamparan awan dan kabut putih di pagi hari, khususnya di musim liburan dan akhir pekan. Kawasan ini pun kemudian terkenal dengan sebutan negeri di atas awan. Pada saat ini, terdapat 5 villa, 1 café, 2 warung, 3 lumbung, dan 7 gazebo sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bersantai sambil berfoto-foto atau untuk menginap.Jika biasanya, lumbung digunakan oleh masyarakat Toraja sebagai tempat menyimpan padi, namun di To’Tombi sengaja dibangun menjadi tempat menginap yang bisa memuat banyak orang sekaligus. Ini dilakukan untuk mengakomodasi permintaan pengunjung yang semakin banyak setiap tahunnya. Kawasan To’ Tombi terletak di sebelah Barat Laut kota Rantepao dengan jarak 12,3 km dengan waktu tempuh kurang lebih 35 menit dengan mobil, 25 menit dengan motor, dan 2 jam 20 menit dengan berjalan kaki.
Narasumber : Yunus Sandarinding,SE
Penyusun : Pa’du Sarungallo, SE, Isa Riana Dembong, SKM
Lokasi : Lembang Benteng Mamullu, kecamatan Kapala Pitu
Jarak Tempuh : 12,3 km dari kota Rantepao
Waktu Tempuh : 35 menit dengan mobil, 25 menit dengan motor, dan 2 jam 20 menit dengan berjalan kaki.
Batas Objek : sawah dan kebun (Utara), kebun dan rumah penduduk (Selatan), sawah (Timur), jalan raya Lolai (Barat)
Fasilitas : Penginapan, Café, Warung, Toilet, Gazebo dan Lumbung untuk bersantai
Dalam bahasa Toraja, tombi adalah kain khas semacam panji-panji atau bendera yang diikat pada sebatang bambu dan ditancapkan di depan lumbung sebagai penanda adanya acara kematian yang besar di daerah tersebut. Sementara to’ berarti tempat. Jadi, secara etimologis, To’ Tombi adalah tempat mencapkan tombi. Inilah dasar penamaan To’Tombi, sebuah daerah wisata berupa kawasan villa yang berlokasi di lembang Benteng Mamullu, kecamatan Kapala Pitu. Daerah ini merupakan tempat yang tepat sesuai namanya karena merupakan pintu gerbang ke arah Lolai sehingga masyarakat yang melintas akan tahu bahwa akan diadakan upacara kematian yang besar di sekitar daerah tersebut, cukup dengan melihat tombi yang telah ditancapkan ke dalam tanah. Pada awalnya warna kain yang digunakan sebagi tombi berwarna hitam, namun sekarang sudah tidak diketahui pasti aturan warna apa yang seharusnya digunakan. Apalagi seiring perkembangan teknologi, cara menyebarkan informasi lewat tombi sudah tergeser dengan informasi lewat telepon genggam dan media sosial yang lebh cepat dan efektif. Pada tahun 2016, keluarga pemilik lokasi mulai membenahi tempat tersebut sebagai villa keluarga. Namun sekitar tahun 2000, kasawan ini mulai viral di sosial media dan banyak didatangi pengunjung untuk menikmati keindahan panorama alam berupa hamparan awan dan kabut putih di pagi hari, khususnya di musim liburan dan akhir pekan. Kawasan ini pun kemudian terkenal dengan sebutan negeri di atas awan. Pada saat ini, terdapat 5 villa, 1 café, 2 warung, 3 lumbung, dan 7 gazebo sebagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bersantai sambil berfoto-foto atau untuk menginap.Jika biasanya, lumbung digunakan oleh masyarakat Toraja sebagai tempat menyimpan padi, namun di To’Tombi sengaja dibangun menjadi tempat menginap yang bisa memuat banyak orang sekaligus. Ini dilakukan untuk mengakomodasi permintaan pengunjung yang semakin banyak setiap tahunnya. Kawasan To’ Tombi terletak di sebelah Barat Laut kota Rantepao dengan jarak 12,3 km dengan waktu tempuh kurang lebih 35 menit dengan mobil, 25 menit dengan motor, dan 2 jam 20 menit dengan berjalan kaki.
Narasumber : Yunus Sandarinding,SE
Penyusun : Pa’du Sarungallo, SE, Isa Riana Dembong, SKM
Lokasi : Lembang Benteng Mamullu, kecamatan Kapala Pitu
Jarak Tempuh : 12,3 km dari kota Rantepao
Waktu Tempuh : 35 menit dengan mobil, 25 menit dengan motor, dan 2 jam 20 menit dengan berjalan kaki.
Batas Objek : sawah dan kebun (Utara), kebun dan rumah penduduk (Selatan), sawah (Timur), jalan raya Lolai (Barat)
Fasilitas : Penginapan, Café, Warung, Toilet, Gazebo dan Lumbung untuk bersantai