Pasar Bolu merupakan pasar tradisional terbesar di Toraja, berlokasi sekitar 2 km di sebelah utara Rantepao. Pasar Bolu sangat unik karena terdapat lokasi khusus untuk kerbau dan babi di area pasar ini. Pasar Bolu berlangsung hanya sekali dalam enam hari. Pasar Hewan Bolu berlokasi di keluarahan Tallunglipu Matallo, kecamatan Tallunglipu. Dari kota Rantepao jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 15 menit.
Pasar ini diresmikan pada tahun 1992 dan merupakan pindahan dari pasar hewan di daerah Malango’, Rantepao yang kini menjadi Pasar Pagi. Luasnya 2,65 hektar dan merupakan milih pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara. Jenis hewan yang diperjualbelikan di pasar ini adalah kerbau, babi, dan unggas. Menurut catatan, jumlah ternak yang masuk per hari adalah kerbau 100-300 ekor, babi 150-300 ekor, dan unggas 500-1,000 ekor. Taksiran jumlah transaksi ternak per hari untuk komoditi kerbau sampai dengan 100 ekor dan babi sampai dengan 200 ekor. Pasar ini merupakan pasar ternak terbesar di Indonesia dan disebut-sebut merupakan pasar kerbau terbesar di dunia. Kerbau yang diperdagangkan di pasar ini mencakup hampir seluruh jenis sesuai dengan standar Toraja, mulai dari yang biasa dengan kisaran harga jutaan rupiah hingga kerbau jenis saleko yang harganya bisa mencapi ratusan juta rupiah per ekor. Sebagai catatan, kerbau jenis saleko memiliki nilai yang sangat tinggi dalam tradisi adat Toraja. Masa-masa puncak penjualan kerbau dan babi biasanya terjadi pada bulan Juni atau hari Libur Sekolah dan selama bulan November-Desember setiap tahun. Hal ini disebakkan oleh banyaknya upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Toraja pada kurun waktu tersebut, termasuk Natal dan Tahu Baru.
Pasar ini diresmikan pada tahun 1992 dan merupakan pindahan dari pasar hewan di daerah Malango’, Rantepao yang kini menjadi Pasar Pagi. Luasnya 2,65 hektar dan merupakan milih pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara. Jenis hewan yang diperjualbelikan di pasar ini adalah kerbau, babi, dan unggas. Menurut catatan, jumlah ternak yang masuk per hari adalah kerbau 100-300 ekor, babi 150-300 ekor, dan unggas 500-1,000 ekor. Taksiran jumlah transaksi ternak per hari untuk komoditi kerbau sampai dengan 100 ekor dan babi sampai dengan 200 ekor. Pasar ini merupakan pasar ternak terbesar di Indonesia dan disebut-sebut merupakan pasar kerbau terbesar di dunia. Kerbau yang diperdagangkan di pasar ini mencakup hampir seluruh jenis sesuai dengan standar Toraja, mulai dari yang biasa dengan kisaran harga jutaan rupiah hingga kerbau jenis saleko yang harganya bisa mencapi ratusan juta rupiah per ekor. Sebagai catatan, kerbau jenis saleko memiliki nilai yang sangat tinggi dalam tradisi adat Toraja. Masa-masa puncak penjualan kerbau dan babi biasanya terjadi pada bulan Juni atau hari Libur Sekolah dan selama bulan November-Desember setiap tahun. Hal ini disebakkan oleh banyaknya upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Toraja pada kurun waktu tersebut, termasuk Natal dan Tahu Baru.
Narasumber : Leo Lasta, SP, MP, Andarias
Penyusun : Adriana Rita, SE, M. Si, Merry Rande La’bi’, SE
Lokasi : Kelurahan Tallunglipu Matallo, kecamatan Tallunglipu
Jarak Tempuh : 2 km dari kota Rantepao
Waktu Tempuh : 15 menit
Batas Objek : Jalan raya/terminal Bolu (Utara), jalan raya/rumah penduduk (Selatan), jalan raya/ruko/pasar rakyat Bolu (Timur), jalan raya/Dinas Peternakan (Barat)
Fasilitas : Rumah makan, penginapan, warung kopi, pasar, dan banyak fasilitas umum lainnya