Salib Singki

 about-img
Gunung atau buntu Singki’ adalah kawasan gunung karst yang terletak di wilayah Singki’ Pangrante, kecamatan Rantepao. Luasnya kurang lebih 1,5 km persegi dengan jarak sekitar 1,5 km dari pusat kota Rantepao. Untuk mencapai lokasi ini hanya butuh sekitar 10 menit saja.

Pada awalnya, tempat ini dijadikan sebagai tempat penguburan bagi masyarakat di sekitar wilayah Singki’. Para penduduk yang berasal dari tongkonan yang ada di sekitar wilayah ini memanfaatkan ceruk-ceruk pada kaki gunung juga bagian lereng sebagai tempat menguburkan jenazah. Tongkonan tersebut adalah:

1. Tongkonan Buntu
2. Tongkonan Tiro Padang
3. Tongkonan Tandi Pulung
4. Tongkonan Pindan Pute
5. Tongkonan Tampu’ Losan
6. Tongkonan Tampu’ Daanan
7. Tongkonan Kalembang
8. Tongkonan Karampoan
9. Tongkonan Remen
10. Tongkonan Kamande
11. Tongkonan Sendana
12. Tongkonan Dengen Pua
13. Tongkonan To’ Dambu
14. Tongkonan Dulang


Menurut infomasi, gunung Singki’ mulai dijadikan tempat penguburan sejak sekitar tahun 1800 sebelum penjajah Belanda masuk ke wilayah Toraja. Konon, liang-liang tersebut dahulu dipahat menggunakan alat sederhana yaitu karurung (bagian batang pohon aren yang keras) yang dibentuk seperti pahat lalu digunakan untuk melubangi bebatuan karst. Jenazah yang dikuburkan dalam liang-liang itu dibungkus dengan kain tebal yang dalam tradisi Toraja disebut dibalun. Jenazah yang dikuburkan pada bagian lereng yang tinggi dibawa ke atas tebing oleh pawang khusus yang sanggup membawanya seorang diri. Jenazah diletakkan di bagian punggung pawang dan diikat dengan tali, lalu dibawa oleh pawang ke bagian tebing untuk dimasukkan ke dalam lubang pada tebing. Ada 2 orang pawang yang terkenal pada saat itu, yaitu Nek Belang dan Ne’ Mane, namun keduanya sudah meninggal.


Dulu, terdapat patung tau-tau yang berjejer pada bagian tebing gunung Singki’. Sebagaimana layaknya tradisi penguburan dalam adat Toraja, keberadaan tau-tau ini merupakan simbol penghormatan kepada orang yang sudah meninggal yang memiliki peran dan status tinggi dalam masyarakat. Namun tau-tau itu kini sudah tidak ada lagi karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.


Narasumber       : Aris Palayukan, Amos T. P
Penyusun           : Debora Rante, S.Kom, Febrianto Lapu’, SS di SK

Lokasi                 : Singki’ Pangrante, kecamatan Rantepao
Jarak Tempuh    : 1,5 km dari kota Rantepao
Waktu Tempuh   : 11 menit
Batas Objek       : Persawahan dan perkampungan (Utara), persawahan (Selatan), sungai Sa’dan (Timur), pegunungan (Barat)
Fasilitas              : Pondok, panorama alam