8 Oktober Hari Apa? Ini 5 Peringatan Setiap Tahunnya

 about-img

8 Oktober Hari Apa? Ini 5 Peringatan Setiap Tahunnya!

Tanggal 8 Oktober setiap tahunnya ada sejumlah peringatan. Salah satunya Hari Disleksia Sedunia atau World Dyslexia Day.

 
Ilustrasi disleksia
 
Ilustrasi disleksia Foto oleh Sarah Dietz dari Pexels
Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 8 Oktober tahun ini jatuh pada hari Rabu. Hari ini menjadi salah satu hari dengan banyak

Di Indonesia sendiri memperingati Hari Tata Ruang Nasional (HANTARU) setiap 8 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat, terutama para perencana wilayah dan kota, akan pentingnya penataan ruang yang baik, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, hari ini, Rabu (8/10/2025) diperingati sebagai Hari Disleksia Sedunia atau World Dyslexia Day. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap gangguan belajar disleksia.

Peringatan Hari Disleksia Sedunia dimulai pada 2002 yang digagas oleh Asosiasi Disleksia Eropa. Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, menulis, atau mengeja.

Penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan dan mengubah menjadi huruf atau kalimat.

Selain itu, hari ini, Rabu (8/10/2025) juga diperingati sebagai Hari Gurita Sedunia atau World Octopus Day. Peringatan yang menjadi momen penting untuk mengenalkan kekayaan biota laut, khususnya gurita.

Selanjutnya, pada 8 Oktober, dunia juga memeringati Hari Loper Koran Internasional atau International Newspaper Carrier Day serta Hari Pembawa Surat Kabar Sedunia atau World Newspaper Delivery Day.

Kedua peringatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada pekerja media lapangan yang menyebarkan informasi dan juga menjaga arus berita tetap hidup ditengah masyarakat.

Tak kalah penting, hari ini juga memperingati Hari Pencatatan Kelahiran Internasional atau International Birth Registration Day. Peringatan ini mengingatkan betapa pentingnya identitas hukum bagi setiap individu. Hal ini menekankan bahwa setiap anak berhak diakui secara resmi sejak lahir sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Sederet peringatan yang jatuh setiap tahunnya pada 8 Oktober dihimpun Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Tata Ruang Nasional

Tata Ruang Rumah Sederhana Tapi Elegan. Foto: Woro Anjar Verianty via Gemini

Setiap tanggal 8 Oktober, Indonesia memperingati Hari Tata Ruang Nasional (HANTARU).

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat, terutama para perencana wilayah dan kota, akan pentingnya penataan ruang yang baik, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan ini juga menjadi wadah bagi pemerintah pusat dan daerah, akademisi, serta masyarakat untuk bersama-sama meninjau kembali bagaimana ruang di sekitar mereka dimanfaatkan dan dikelola.

Penetapan Hari Tata Ruang Nasional berawal dari kesadaran pentingnya penataan ruang yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Meski tanggal 8 Oktober belum menjadi hari libur nasional, tanggal ini dipilih untuk memperingati lahirnya semangat baru dalam pembangunan ruang wilayah Indonesia yang berkelanjutan dan tertib.

2. Hari Disleksia Sedunia
Ilustrasi disleksia. Foto oleh picjumbo.com dari Pexels

Hari Disleksia Sedunia diperingati setiap tahun, untuk meningkatkan kesadaran akan disleksia, sebuah kondisi gangguan belajar yang mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis seseorang.

Pada hari ini, Rabu (8/10/2025) masyarakat di seluruh dunia diingatkan akan pentingnya memahami dan mendukung individu yang menghadapi tantangan disleksia.

Mengutip dari laman National Today, disleksia adalah gangguan belajar yang memengaruhi anak-anak maupun orang dewasa. Karena manifestasinya hampir selalu eksternal, diagnosisnya dapat dilakukan dengan cepat. Disleksia pertama kali diidentifikasi oleh dokter Jerman Oswald Berkhan pada tahun 1881.

Disleksia kemudian dinamai 'disleksia' oleh dokter mata Rudolph Berlin enam tahun setelah gangguan tersebut diidentifikasi.

Berkhan menemukan keberadaan gangguan membaca perkembangan saat menganalisis kasus seorang anak laki-laki yang melaporkan kesulitan parah dalam belajar membaca dan menulis dengan benar. Karena pasien tersebut sehat secara intelektual dan fisik, Berkhan sangat tertarik dengan kasusnya.

Setelah temuannya menjadi populer, Berkhan menyadari bahwa pasien mudanya bukanlah kasus langka dan faktanya, banyak orang dewasa juga tampaknya mengalaminya.

Seperti beberapa disabilitas lainnya, disleksia tidak dapat diobati hanya dengan obat-obatan. Pasien seringkali membutuhkan terapi, metode inovatif untuk belajar, dan perawatan yang berkelanjutan dari pengasuh agar dapat menjalani kehidupan yang memungkinkan kesulitan belajar mereka tertangani.

Ketika gangguan ini tidak terdiagnosis, pasien seringkali disalah artikan sebagai orang yang malas, lambat belajar, atau keras kepala yang suka membuat masalah. Hal ini, tentu saja, jauh dari kebenaran.

3. Hari Gurita Sedunia

Hewan dengan kemampuan kamuflase terbaik, inilah tampilannya ketika meniru gurita. (sumber: Oddee)

Tanggal 8 Oktober juga diperingati sebagai Hari Gurita Sedunia. Gurita merupakan hewan yang dikenal cerdas dan berperan penting dalam keseimbangan ekosistem laut.

Dikutip dari laman Nasional Today, Menurut beberapa sumber, Hari Gurita Sedunia dicetuskan pada tahun 2006 oleh "The Octopus News Magazine Online" untuk merayakan keunikan gurita. Sejak saat itu, perayaan ini telah diperingati setiap tahun.

Gurita adalah anggota kelas Cephalopoda, yang berarti 'kepala dan kaki' dalam bahasa Yunani, sementara nama 'gurita' berasal dari kata Yunani 'októpus' yang berarti 'delapan kaki'.

Gurita memiliki delapan lengan, yang biasanya memiliki penghisap di bagian bawahnya. Lengan-lengan tersebut memiliki gugus neuron, yang memungkinkan lengan yang berbeda melakukan tugas yang berbeda secara bersamaan. Gugusan neuron ini dapat dianggap sebagai otak.

Dengan demikian, gurita memiliki sembilan otak, dengan satu otak sentral yang mengendalikan sistem sarafnya dan satu di setiap lengan. Gurita tidak hanya punya satu, tapi tiga jantung. Dua untuk mengalirkan darah ke insang dan satu lagi untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Mereka sangat cerdas dan dikenal mampu melakukan berbagai tugas, mulai dari membuka toples hingga menggunakan alat. Mereka sangat fleksibel, pandai bersembunyi, dan dapat ditemukan di setiap samudra di dunia.

Selain itu, gurita sangat memukau secara visual, hadir dalam beragam warna, ukuran, dan bentuk. Beberapa hidup di perairan laut yang sangat dangkal, sementara yang lain dapat ditemukan ribuan meter di bawah permukaan.

Terkadang disebut bunglon laut, gurita seringkali mampu mengubah warna agar menyatu dengan lingkungannya sebagai bentuk perlindungan dari predator.

Menurut beberapa sumber, Hari Gurita Sedunia dicetuskan pada tahun 2006 oleh "The Octopus News Magazine Online" untuk merayakan keunikan gurita. Sejak saat itu, perayaan ini telah diperingati setiap tahun.

4. Hari Loper Koran Internasional

Foto : Selebaran berisi paham khilafah diselipkan koran harian yang disebarkan loper koran di Kupang, NTT (Liputan6.com/Ola Keda)

Hari Loper Sedunia juga jatuh pada tanggal 8 Oktober. Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Newspaper Association of America (NAA) untuk merayakan kontribusi besar para loper yang bekerja tak kenal lelah demi mengantarkan surat kabar kepada pembaca.

Hari yang diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Loper Koran Sedunia ini jadi sebuah momen untuk memberikan apresiasi kepada para pengantar koran yang telah berperan penting sejak awal kehadiran media cetak.

Para pengantar koran ini dikenal karena ketangguhan dan dedikasinya dalam menyampaikan berita setiap pagi, langsung dari mesin cetak hingga ke tangan pembaca. Baik di tengah hujan, panas, maupun gangguan di jalan, mereka tetap menjalankan tugasnya tanpa kenal lelah.

Peringatan ini menjadi bentuk penghormatan atas kerja keras mereka yang memastikan informasi tetap sampai ke masyarakat.

5. Hari Pencatatan Kelahiran Internasional

Biasanya, pada bayi yang baru lahir akan muncul tanda lahir yang nampak pada kulitnya. (Foto: Pexels.com/Vidal Balielo Jr.)

Tanggal 8 Oktober juga diperingati sebagai Hari Pencatatan Kelahiran Internasional. Momen penting yang diperingati setiap tahun ini bermula pada tahun 2018.

Prakarsa Johnson's Baby merupakan pendiri dari peringatan ini dengan meluncurkan kampanye "The Right Start". Dalam kampanye ini, Johnson's Baby bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan yaitu Save the Children.

Kerja sama yang dibangun bertujuan untuk mendukung program pencatatan kelahiran di wilayah Timur Tengah dan Afrika.

Peringatan ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya catatan kelahiran yang akurat secara global. Juga merupakan solusi dari masalah jutaan anak di seluruh dunia yang tidak terdaftar, sehingga rentan kehilangan hak dasar manusia dan perlindungan.

Hari Pencatatan Kelahiran Internasional bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang hak-hak anak dan memastikan bahwa mereka dapat memperolehnya.

Dengan meningkatnya kesadaran dan tekanan internasional, anak-anak dan bayi yang rentan ini dapat mengakses hak asasi manusia mereka dan perlindungan yang menyertainya.

Nama dan identitas nasional adalah hak pertama yang diharapkan dilindungi oleh pemerintah.

Tanpa kelahiran yang terdaftar, dalam segala hal yang bersifat birokrasi, membuat anak yang tidak terdaftar kelahirannya rentan terhadap tindak kejahatan, salah satunya eksploitasi.

 sederet peringatan yang jatuh setiap tahunnya pada 8 Oktober ini dihimpun Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber

Berita Lainnya.

Menyapa Lukisan Alam di Jalur "Fun Trekking" Kapalapitu - Denpina

Jumat, 12 Desember 2025 pkl 09.00, mendung di langit Kapalapitu seolah memanggil para peserta ...

Semarak Toraja Highland Festival 2025 "Taste of Toraja"

Pembukaan Toraja Highland Festival tahun 2025, Kamis 11 Desember 2025 di gedung Art Center-Rantepao,  di...

Toraja Highland Festival 2025, Perpaduan Budaya, Alam, dan Tradisi

Sebagai daerah tujuan wisata unggulan di Sulawesi Selatan, Toraja—khususnya Toraja Utara—terus berupaya me...

Pergantian Pimpinan Disbudpar

Setelah kurang lebih 3 tahun berada di bawah kepemimpinan Bapak Matius Sampelalong, SE., M.Si., Kamis 27 November 2025 bertempat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara  ...