Tari Pa'katia

Pada Upacara Rambu Solo’ yang merupakan upacara keagamaan yang berupa prosesi pemakaman juga terdapat pertunjukkan kesenian, dan dalam pertunjukkan
kesenian inilah yang digunakan sebagai kegiatan untuk menyambut para tamu undangan Rambu Solo’ antara lain; tari Pa’Katia, Ma’Badong, Ma’Randing, Ma’Pompang serta pertunjukkan kesenian lainnya.

1) Makna Simbolik yang terkandung dalam gerak tari Pa’katia.
Keseluruhan ragam gerak tari Pa’katia memiliki makna religius sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan hamba kepada
Tuhannya. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mencakup nilai sosial, nilai moral dan sebagainya. Hal ini ditunjukkan pada ragam Passambo Padang di mana ragam ini dimaknai dengan semua manusia sama dihadapan Tuhan dan akan kembali ke tanah.

(2) Makna Simbolik yang terkandung dalam busana tari Pa’katia.
Pada busana yang digunakan dalam tari Pa’katia memiliki makna simbolik duka dimana warna baju dan rok berwarna hitam dan arrusan lidi
yang digunakan pada sa’pi lambing menyimbolkan kebangsawanan serta sa’pi lambing yang berbentuk segitiga yang menyimbolkan keagungan.

(3) Makna Simbolik yang terkandung dalam waktu pementasan tari Pa’katia yaitu kekeluargaan dan kehormatan karena tamu yang datang pada upacara rambu solo’ dijamu dengan baik dan sangat dihargai

Photo by: Fyant Layuk

Artikel by : LING DYAN MATANDUNG,  “Makna Simbolik Tari Pa’katia pada Upacara Rambu Solo’ di Kabupaten Toraja Utara”.
                 Skripsi. Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar

 
 about-img

Destinasi budaya Lainnya

Terdapat banyak destinasi budaya yang wajib dikunjungi di Sulawesi Selatan