Beranda
Profil
Sambutan
Visi Misi
Struktur Organisasi
Pegawai
Wisata
Destinasi Wisata
Desa Wisata
Kalender Wisata
Paket Wisata
Akomodasi
Budaya
Ekraf
Dekaranasda
Sub Sektor Ekraf
Kegiatan Pengembangan Ekraf
Event
Rambu Solo
Rambu Tuka
Lainnya
Informasi
Berita
Statistik Wisatawan
Regulasi
Laporan Kinerja
Download Brosur
Kegiatan
Info Lainnya
PPID
Informasi Serta Merta
Informasi Setiap Saat
Informasi Dikecualikan
Pengaduan
Pengumuman
Galeri
Foto
Video
Ma'nene'
Budaya
Ritual Ma'nene merupakan salah satu tradisi yang dilakukan suku Toraja di Sulawesi Selatan (Sulsel). Tradisi ini berupa membersihkan jenazah yang telah meninggal puluhan bahkan ratusan tahun atau yang telah berbentuk mumi. Ritual Ma'nene masih dijaga oleh masyarakat suku Toraja. Pada tradisi ini, satu rumpun keluarga melakukan pembersihan mumi leluhur sebagai garis keturunannya. Pemangku adat suku Toraja, Marten Paladan mengatakan, ritual Ma'nene adalah salah satu cara masyarakat Toraja untuk menghormati leluhur yang sudah lebih dulu meninggal dunia. Menurutnya, suku Toraja memang sangat menjaga dan menghormati leluhur. "Masyarakat Toraja itu selalu memperhatikan leluhurnya. Dari kepercayaan, jika orang Toraja tidak memerhatikan leluhur itu hidupnya tidak akan damai. Nah, Ritual Ma'nene dengan menggantikan baju nene' dan membersihkan, itu sebagai bentuk penghormatan serta perhatian kepada leluhur," jelas Marten kepada detikSulsel, Jumat (2/9/2022). Tidak hanya membersihkan mumi leluhur, tradisi Mane'ne ini juga memiliki rangkaian ritual lainnya. Diantaranya rumpun keluarga mengadakan acara besar dengan mengorbankan hewan seperti bai atau babi dan kerbau, ritual membuka kuburan atau Pa'tene yang berisi mumi leluhur, dan lainnya. "Biasanya pihak keluarga juga siapkan hal-hal yang disukai jenazah sewaktu masih hidup. Contohnya, diberikan rokok atau kopi dan sebagainya," ujar Marten Marten mengungkapkan, ritual Ma'nene pada dasarnya dilakukan 1 tahun sekali. Namun, dalam penyelenggaraannya yang memakan biaya yang cukup besar dan tidak semua satu rumpun keluarga berada di Toraja. Baca juga: Mengenal Pohon Kuburan Bayi di Tana Toraja, Jejak Kepercayaan Aluk Todolo Maka dari itu, Marten menjelaskan berdasarkan hasil musyawarah adat atau Kombongan Kalua beberapa tahun lalu, disepakati bahwa ritual Ma'nene bisa dilaksanakan 3 tahun sekali. "Dulu itu orang tua kita 1 tahun sekali. Tapi kan sekarang tidak semua masyarakat Toraja berada di Toraja, dan memang saat menggelar ritual itu memakan banyak biaya. Sehingga dulu ada Kombongan Kalua yang diinisiasi tokoh adat. Hasilnya, ritual Ma'Nene bisa dilaksanakan 3 tahun sekali," ungkapnya
Poto By Fyant Layuk
Artikel : Detik.com
Destinasi budaya Lainnya
Terdapat banyak destinasi budaya yang wajib dikunjungi di Sulawesi Selatan
Baka/ Nase
Budaya
Tari Pa'katia
Kesenian
Ma'nene'
Budaya
Tari Kreasi
Kesenian
Pilih Bahasa
×